Denpasar (Bisnis Bali) – Sempat mengalami penutupan aktivitas penerbangan dampak dari erupsi Gunung Agung, namun kondisi tersebut tak berpengaruh pada jumlah penerbangan internasional melalui Bandara Ngurah Rai, selama 2017 lalu. Itu tecermin dari jumlah komulatif (Januari-Desember 2017) lalu penerbangan intenasional melalui pulau dewata justru mengalami lonjakan dari periode sama tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Adi Nugroho, di Denpasar, Senin (5/2) mengungkapkan, secara kumulatif perkembangan jumlah pesawat angkutan udara internasional mencapai 31.982 unit Januari – Desember 2017, atau naik 10,21 persen dibandingkan keadaan yang sama Januari – Desember 2016 yang hanya mencapai 29.018 unit. Searah dengan perkembangan jumlah pesawat, imbuhnya jumlah penumpang angkutan udara internasional secara kumulatif juga mengalami kenaikan pada periode yang sama, yaiitu naik 11,83 persen, dari 5.032.560 orang menjadi 5.628.157 orang

“Meski sempat dilakukan penutupan penerbangan, kondisi itu tetap membuat kondisi penerbangan internasional melalui Bali pada tahun ini melampui tahun sebelumnya,” katanya.

Menurut Adi Nugroho, khusus pada Desember 2017, jumlah pesawat angkutan udara internasional yang berangkat dari Bandara Ngurah Rai tercatat mencapai 2.412 unit penerbangan. Angka ini tercatat lebih rendah dibandingkan keadaan bulan sebelumnya yang mencapai 2.536 unit penerbangan, atau jika dipersentasekan terjadi penurunan 4,89 persen. Kondisi yang sama terjadi pada jumlah penumpang penerbangan internasional yang tercatat menurun 28,46 persen, yaitu dari 385.922 orang pada November 2017 menjadi 276.092 orang bulan berikutnya.  (man)