Denpasar (Bisnis Bali) –Surfing atau selancar merupakan salah satu olahraga aksi di laut, yang banyak digemari masyarakat lokal hingga wisatawan asing di Bali. Kegemaran bermain ombak dengan papan selancar banyak dilakukan mereka yang suka tantangan. Dari kegemaran berselancar, banyak yang akhirnya menjadi atlet profesional dan memenangi banyak kompetisi surfing.

Menariknya, surfing bukan cuma soal urusan bermain ombak semata. Surfing telah menjadi gaya hidup yang dipresentasikan dalam bentuk cara berpakaian atau fashion. Dari kultur surfing itu, muncullah brand-brand terkenal, yang menyediakan berbagai macam perlengkapan surfing dan pakaian serta aksesori lainnya. Merek-merek surfwear menjadi daya tarik bukan hanya bagi kalangan penghobi selancar semata. Namun, juga diminati oleh semua kalangan bahkan oleh mereka yang tak pernah bermain selancar sekalipun. Hal itu diungkapkan CEO Rip Curl South East Asia, Mick Ray, didampingi CEO Mataya Group Indonesia, Kurniadi, di  Sanur.

“Prospektifnya fashion surfing saat ini membuat kami berani menambah lokasi baru atau outlet di Sanur,” ujarnya.

Lanjutnya, outlet yang kedua di Bali setelah Ubud ini, mempunyai konsep yang baru. Outlet seluas 86 meter persegi ini didesain dengan pencahayaan alami dari pintu kaca yang menyatukan suasana dalam dan juga luar outlet.

Dengan desain baru yang segar, bersih dan tata letak yang baru, outlet ini memberikan kemampuan maksimal untuk menampilkan koleksi Mirage Boardshorts yang terbaru dan juga koleksi baju renang peraih penghargaan My Bikini yang telah membuat nama Rip Curl menjadi merek baju selancar kelas premium internasional di Bali selama beberapa dekade.

“Sanur adalah bagian dari Pulau Bali yang sangat indah dan tuan rumah dari salah satu ombak terbaik dan paling ikonik di pulau Bali. Kami senang bisa melanjutkan kerja sama dengan partner retail kami, Group Mataya dan bisa memiliki toko terbaru yang segar dengan lokasi yang sempurna,” jelasnya. (aya)