Lesu, Properti Harga Terjangkau lebih Menjanjikan

43
Pengembangan rumah yang lebih murah atau terjangkau dan berada di lokasi yang aman, menjadi salah satu alternatif. (ist)

Amlapura (Bisnis Bali) –Pengembang mesti mencari jalan ke luar, saat kondisi pemasaran properti belakangan ini yang sangat lesu di Karangasem.  Pengembangan rumah yang lebih murah atau terjangkau dan berada di lokasi yang aman dari jalur merah erupsi Gunung Agung, menjadi salah satu alternatif.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Karangasem, Ida Bagus Adnyana, beberapa hari lalu di Karangasem. Adnyana asal Desa Muncan, Selat, Karangasem itu mengatakan, dalam situasi sulit di mana pemasaran properti sangat lesu, pengembang mesti membantu masyarakat menengah ke bawah untuk bisa memiliki rumah.

Adnyana yang juga pernah menjadi pengembang dan kini masih bergerak di bidang lahan itu, mengakui kalau sejak beberapa tahun lalu pemasaran properti maupun tanah kaveling mengalami kelesuan. Kelesuan itu terjadi di Bali. Sementara di luar daerah seperti di Surabaya, dinilai masih bagus. Penyebabnya, selain perekonomian memang agak lesu, sementara di Karangasem diperkirakan penyebabnya, selain karena warga banyak yang hilang uangnya akibat kasus Koperasi karangasem Membangun (KKM) disusul sejumlah  kasus seperti kasus Armadika, disusul kenaikan aktivitas Gunung Agung mulai September lalu. ‘’Warga di Karangasem saat ini dalam posisi bertahan. Semoga situasi kelesuan ekonomi di Karangasem berkurang dan perlahan pulih kembali,’’ katanya.

Sementara itu salah seorang pengembang di Karangasem, I Ketut Suta, juga menyampaikan kalau pembangunan rumah yang harga lebih murah atau terjangkau masyarakat kebanyakan, akan lebih menjanjikan. Namun, namanya rumah murah, tentunya bahan pembangunan rumah itu pun pasti akan ditekan investor. Dalam kondisi sulit, harga bahan bangunan naik, seperti pasir dan batu, tentunya pengembang atau investor tak mau rugi besar. ‘’Membangun rumah murah juga mesti hati-hati, jangan sampai kena gempa sedikit, malah roboh. Perlu kerjasama dari pihak investor atau pengembang dengan pembeli rumah, jangan minta terlalu murah, sehingga mendapatkan rumah yang lebih meyakinkan,’’ paparnya. (bud)