Budi Daya Anggur Hijau Potensial dan Menjanjikan

177
ANGGUR - Tanaman anggur hijau di lahan petani di Kecamatan Gerokgak Buleleng. (ira)

SALAH satu komoditi buah lokal yang hingga saat ini terus dibudidayakan di Kabupaten Buleleng adalah anggur. Berbagai jenis anggur seperti anggur hitam, merah dan hijau tumbuh subur di lahan petani khususnya di Buleleng Barat.

Tingginya peminat pada buah yang satu ini membuat petani anggur enggan beralih. Tidak sedikit petani yang tertarik untuk membudidayakan anggur karena peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Seperti di kawasan Buleleng Barat tepatnya di Kecamatan Gerokgak. Di wilayah ini terdapat budi daya anggur hijau. Pengembangan anggur hijau ini diketahui sudah tujuh tahun lamanya.

Anggur hijau berhasil dikembangkan hampir seluas 100 hektar. Secara umum, pengembangan anggur hijau memiliki potensi yang tinggi yang dapat memperbaiki kesejahteraan petani. Seperti di lahan milik Jro Mangku Putu Suarjana salah satu petani anggur hijau di kawasan Gerokgak. Di atas lahan 40 are dengan modal kerja yang dibutuhkan hanya Rp 5 juta mampu mendapatkan hasil panen mencapai mencapai Rp 30 juta dengan harga normal Rp 7.500 per kilogramnya.

Ia mengatakan, kunci keberhasilan agar anggur berbuah lebat terletak pada pemeliharaan dan pemupukan. Selain itu didukung kontur tanah di dataran tinggi serta tingkat kelembaban pada tanaman anggur juga menentukan hasil produksi anggur tersebut. Tidak ada perbedaan dalam pola serta teknis tanam pada anggur hijau ini. Usia dari penanaman awal sampai berbuah membutuhkan waktu hingga 3 tahun. Sementara itu, dalam setahun anggur hijau mampu panen dua kali. Usia cukup untuk dipanen tergantung dari jenis buah anggur interval 100-105 hari.  (ira)