Apa Itu Gastritis? Kenali dan Kendalikan Keluhan Akibat Penyakit Ini!

383

Jangan pernah anggap sepele penyakit lambung yang juga dikenal dengan sakit maag ini. Banyak orang mengganggap gangguan ini sebagai sakit perut biasa. Padahal, jika dibiarkan bisa berakibat fatal, yakni resiko kanker. Gastritis sendiri disebabkan oleh adanya peradangan pada mukosa lambung akibat tingginya produksi asam dalam lambung.  Akibatnya, sejumlah keluhan akan dialami oleh penderitanya, diantaranya meliputi rasa perih di sekitar area ulu hati, perut kembung, bersendawa, sesak nafas, mual, bahkan muntah-muntah. Jika gastritis yang Anda derita terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung hanya dalam waktu yang singkat, ini dikenal dengan gastritis akut. Namun, jika gastritis yang terjadi bersifat berkepanjangan dan berkembang secara bertahap, maka dapat dikatakan bahwa Anda menderita gastritis kronis. Jika dibiarkan dan diabaikan terlalu lama, penyakit gastritis dapat menyebabkan erosi pada mukosa lambung, perdarahan lambung, borok pada lambung, bahkan kanker.

Pengertian Gastritis Gastritis adalah  proses  inflamasi atau peradangan pada lapisan mukosa dan submukosa lambung sebagai mekanisme proteksi mukosa apablia terdapat akumulasi bakteri  atau bahan  iritan lain . Proses inflamasi bersifat akut, kronis, difus dan  lokal.

Penyebab Gastritis Berikut ini sejumlah hal yang bisa menyebabkan gastritis, di antaranya adalah infeksi bakteri H. Pylori, efek samping konsumsi obat anti inflamasi nonsteroid (misalnya ibuprofen dan aspirin) secara berkala, stres, konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, penyalahgunaan obat-obatan, infeksi bakteri dan virus, penyakit Crohn dan refluks empedu

Diagnosis Gastritis Sejumlah hal akan dilakukan oleh dokter dalam mendiagnosis gastritis, mulai dari menanyakan gejala, meninjau riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, melakukan pemeriksaan fisik, hingga melakukan pemeriksaan  lanjutan. Beberapa contoh pemeriksaan lanjutan tersebut di antaranya adalah , Endoskopi guna melihat adanya tanda-tanda peradangan di dalam lambung. Pemeriksaan ini terkadang dikombinasikan dengan biopsi (pengambilan sampel jaringan pada daerah yang dicurigai mengalami radang untuk selanjutnya diteliti di laboratorium). Metode biopsi juga bisa diterapkan oleh dokter untuk melihat keberadaan bakteri H. pylori. Pemeriksaan X-ray dan cairan barium guna melihat adanya tukak di dalam lambung. Pemeriksaan tinja untuk melihat adanya pendarahan dan infeksi di dalam lambung. Pemeriksaan kadar sel darah untuk melihat apakah pasien menderita anemia.

Pencegahan dan Pengobatan Gastritis

Jika Anda rentan  terkena gejala gastritis ubah porsinya menjadi sedikit-sedikit sehingga jadwal makan Anda menjadi lebih sering dari biasanya. Hindari makanan berminyak, asam, atau pedas. kurangilah kebiasaan mengkonsumsi alkohol. Selain itu, kendalikan stres Anda. Mengurangi menggunakan obat pereda sakit jenis anti-inflamasi nonsteroid (OAINS).

  • Obat penghambat histamin 2 (H2 blocker). Obat ini mampu meredakan gejala gastritis dengan cara menurunkan produksi asam di dalam  lambung. Salah satu contoh obat penghambat histamin 2 adalah ranitidine.
  • Obat penghambat pompa proton (PPI). Obat ini memiliki kinerja yang sama seperti penghambat histamin 2, namun lebih efektif. Salah satu contoh obat penghambat pompa proton adalah omeprazole.
  • Obat antasida. Obat ini mampu meredakan gejala gastritis (terutama rasa nyeri) secara cepat dengan cara menetralisir asam lambung.
  • Obat antibiotikObat ini diresepkan pada penderita gastritis yang kondisinya diketahui disebabkan oleh infeksi bakteri. Contoh obat antibiotik adalah amoxicillin, clarithromycin, dan metronidazole
  • Oleh : dr. Ni Wayan  Sonia  Pradipta  Rahayu