Amankan Suara, Golkar Gelar ”Training Of Trainers”

30
TOT - Pembukaan TOT dengan pemukulan gong oleh Ketua KRB AA Bagus Adhi Mahendra Putra. (pur)

Denpasar (Bisnis Bali) – Untuk mengamankan suara dalam ajang pilkada nanti, Partai Golkar menggelar training of trainers (TOT), Minggu (4/2) di Denpasar.

Kegiatan ini diselenggarakan Badan Pengamanan Suara (BPS) DPD Partai Golkar Provinsi Bali, yang ditujukan untuk menyiapkan saksi andal dalam hadapi Pilkada 2018, Pileg dan Pilpres 2019. TOT dibuka Ketua Koalisi Rakyat Bali (KRB)) AA Bagus Adhi Mahendra Putra, dengan pemukulan gong 9 kali, yang menandakan sembilan program yang diusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Mantra – Kerta yaitu Nawa Candra.

Gus Adhi memaparkan, TOT merupakan langkah nyata yang dilakukan Golkar dalam menyukseskan pilkada, pileg dan pilpres mendatang. “Ini merupakan langkah pembelajaran demokrasi kepada masyarakat dan upaya melahirkan kader-kader yang memiliki militansi terhadap demokrasi,” paparnya.

Ditambahkan, TOT ini sebagai upaya pengamanan terhadap hajatan demokrasi.  “Kita mulai dari mengawal calon pemilih kita, lalu mengamankan pemilih kita dan menyukseskan pemilihan. Sukses itu ada dua yaitu fakta dan data, keduanya yang harus diamankan,” tandasnya.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Bali yang kembali mencalonkan diri, Ketut Sudikerta. “TOT BPS ini untuk memberikan pengetahuan kepada para saksi cara mengamankan suara kita di tempat pemungutan suara (TPS) sehingga suara terjaga keberadaannya,” tandasnya.

Sebagai paslon yang akan berpasangan dengan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ketut Sudikerta kembali mengingatkan kadernya dan seluruh lapisan masyarakat yang mengikuti proses demokrasi dengan santun, beretika, berakhlak dan juga bermoral. “Paket Mantra-Kerta memiliki komitmen untuk mengikuti proses dan tahapan pilkada ini dengan etika, moral dan santun agar proses pilkada berjalan dengan baik,” tandasnya

Ditambahkan di tiap TPS akan disiapkan 5 orang saksi, satu orang saksi utama, satu saksi pendamping dan tiga saksi pengaman. “Dengan demikian suara dari TPS hingga ke KPU provinsi akan terjaga dengan baik. Terutama untuk daerah-daerah tertentu yang memperoleh atensi khusus,” ucapnya. TOT diikuti 400 orang kader dari seluruh Bali. (pur)