Tekan NPL, BPR Lakukan Restrukturisasi Kredit

34

Denpasar (Bisnis Bali) – Erupsi Gunung Agung sangat dirasakan pelaku usaha terutama yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) yang berdampak langsung. Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana, Kamis (1/2) mengatakan, melalui kebijakan relaksasi bank perkreditan rakyat (BPR) akan melakukan restrukturisasi kredit bagi nasabah berdampak langsung Gunung Agung.

Diungkapkannya, BPR di Bali di antaranya dihadapkan debitur yang berdampak langsung dengan erupsi Gunung Agung. Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan relaksasi kepada pelaku usaha yang terkena dampak langsung erupsi Gunung Agung.
Ia menjelaskan BPR bisa mengambil kebijakan restrukturisasi kredit kepada nasabah yang terkena dampak langsung erupsi Gunung Agung. Restrukturisasi kredit secara teknis memperpanjang masa pembayaran angsuran kredit.
Ia mencontohkan restrukturisasi kredit mengubah jangka waktu angsuran kredit yang sebelumnya jangka waktu angsuran 5 tahun diperpanjang menjadi 10 tahun. “Kalau pun memang pelaku usaha dari Karangasem ini hanya mampu membayar bunga saja tetap dianggap lancar oleh OJK,” ucapnya.  (kup)