Pariwisata Bali Jangan Dijual Murah

54
Pariwisata Bali mesti menggarap wisatawan berkualitas sehingga lebih berkontribusi pada peningkatan pariwisata Bali. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali)- Bali mesti mewujudkan pariwisata berkelanjutan, guna meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata. Praktisi Pariwisata,Dr. I Ketut Putra Suarthana, Kamis (1/2) mengatakan, pariwisata Bali mesti menggarap wisatawan berkualitas.

‪Diungkapkannya, pariwisata Bali jangan dijual murah. Kalau dijual murah Bali hanya diramaikan pasar pariwisata massal (mass tourism). Wisatawan mass tourism ini memiliki lama tinggal yang singkat dan uang yang dibelanjakan sangat terbatas.

Ia menjelaskan,  kondisi jumlah kamar hotel di Bali dalam kondisi over supply. Ini memicu terjadinya persaingan antar pengelola akomodasi di Bali.

Dipaparkannya, pengelola vila dan manajemen hotel terlihat bersaing menurunkan harga kamar. Penurunan tarif atau harga kamar ini, diharapkan menggaet wisatawan.

Lebih lanjut dikatakannya, persaingan tarif kamar memicu persaingan tidak sehat. Ke depan, ketika perang tarif ini makin marak pengelola hotel dan vila terancam merugi. Bahkan, akibat persaingan tidak sehat akan ada hotel gulung tikar, karena kalah bersaing.

Ia menilai, Bali itu seharusnya mampu menjadi destinasi pariwisata yang berkualitas. Ini bukan pariwisata yang murah atau dijual murahan.

Lebih lanjut dikatakannya, Bali sudah meraih penghargaan TripAdvisor Travellers Choice Award untuk Bali sebagai World’s Best Destination. Sebelumnya, Bali juga memperoleh predikat sebagai pulau terindah kedua dunia versi majalah Travel + Leisure Amerika Serikat. (kup)