Denpasar (Bisnis Bali) – Januari 2018, Denpasar tercatat mengalami inflasi 0,94 persen dengan tingkat inflasi tahun ke tahun tercatat mencapai 2,85 persen. Inflasi terjadi sebagai dampak dari lonjakan harga beras yang sekaligus menaikan indeks pada kelompok pengeluaran bahan makanan mencapai 3,06 pada periode sama.

Kepala BPS Bali, Adi Nugroho, di Denpasar, Kamis (1/2) kemarin mengungkapkan, lonjakan pada indeks bahan makan memberi andil terbesar pada pencapaian inflasi di Denpasar pada Januari lalu. Disusul kemudian disumbang oleh kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 1,25 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,31 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,17 persen, kelompok sandang 0,15 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,11 persen, serta kelompok kesehatan 0,02 persen.

“Komoditas yang tercatat memberikan andil atau sumbangan inflasi antara lain beras yang mengalami lonjakan pada beberapa bulan terakhir. Disusul cabai rawit, cabai merah, tarif angkutan udara, dan mobil,” paparnya.

Jelas Adi, khusus inflasi yang disumbang pada kelompok bahan makanan yang merupakan penyumbang terbesar didorong oleh inflasi pada delapan subkelompok pengeluaran. Subkelompok bumbu-bumbuan 7,99 persen, subkelompok ikan segar 6,64 persen, subkelompok ikan diawetkan 5,34 persen, subkelompok padi-padian, umbi-umbian, dan hasilnya 4,56 persen, subkelompok sayur sayuran  2,98 persen, subkelompok buah-buahan 1,76 persen, subkelompok telur, (man)