Galian Batu Bata Jadi Genangan Air, Dewan Desak Eksekutif Tegas

36

Tabanan (Bisnis Bali) – Dewan Kabupaten Tabanan mendesak eksekutif untuk bertindak tegas menyikapi genangan air lokasi tempat pembuatan batu bata di Banjar Sema, Kecamatan Kediri Tabanan. Betapa tidak, genangan air yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan telah menciptakan kolam di lokasi galian usaha batu bata seluas 2,5 hektar dan itu bersiko pada ancaman kesehatan lingkungan sekitar.

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Made Dirga, saat melakukan sidak ke lokasi genangan air di Banjar Sema, bersama Komisi IV DPRD Tabanan didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD, Kamis (1/2) mengungkapkan, agar instansi terkait segera mengambil langkah tegas menyikapi genangan air tersebut. Imbuhnya, mendesak eksekutif melakukan penyetopan usaha penggalian dilokasi tersebut untuk mengantisipasi kejadian serupa setiap musim hujan.

“Harus tegas menyikapi ini agar tidak menjadi tumbuh berkembangnya jentik nyamuk dan pencemaran lingkungan di genangan air ini. Tahap awal sebar ikan disini untuk kurangi jentik, lalu cari solusi lain,” tuturnya,

Jelas Dirga, solusi lain yang mungkin dilakukan adalah melakukan penimbunan terhadap bekas galian batu bata, namun memang upaya untuk itu memerlukan biaya yang cukup besar karena lokasi galian yang cukup luas. Sebab itu, harapannya pemerintah bisa berkordinasi dengan masyarakat, semisal masyarakat yang ingin membuang tanah atau hasil bongkaran bisa diarahkan ke lokasi galian, agar genangan air ini tidak berlanjut, terlebih lagi tidak adanya saluran air di lokasi galian.

Hal serupa juga dikatakan Ketua Komisi II DPRD Tabanan AA Nyoman Dharma Putra. Kata dia, genangan air ini adalah dampak dari tidak terkendalinya usaha galian batu bata yang sudah dilakoni dari tahun ke tahun, sehingga ketika hujan turun dengan intensitas lebat membuat genangan air yang cukup dalam dan luas di sekitar lokasi galian. (man)