Aktivitas Rafting Waspadai Curah Hujan Tinggi

41
Kegiatan rafting yang diikuti wisatawan di Bali. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali)- Beberapa pekan terakhir, Bali dihadapkan cuaca hujan yang berpotensi mengganggu aktivitas pariwisata khususnya wisata rafting (arung jeram), yang bersentuhan dengan alam. Ketua DPC Gahawisri Kabupaten Gianyar, Suwarka Kamis (1/2) mengatakan, pemandu kegiatan wisata rafting hendaknya mewaspadai curah hujan tinggi dan angin kencang.

‪Diungkapkannya, kondisi hujan lebat dan angin kencang di hulu bisa menyebabkan banjir air bah dan longsor. Bencana alam tersebut sangat berdampak kada kegiatan wisata tirta di Bali.

Ia menjelaskan, kegiatan wisata tirta memiliki potensi risiko yang sangat besar. Ini dikarenakan kegiatan wisata tirta ini sangat bersentuhan langsung dengan alam.

Dipaparkannya, untuk mengantisipasi bencana alam ini pengusaha wisata tirta khususnya rafting dituntut mengetahui kondisi cuaca. Ini mengantipasi peningkatan  ketinggian air di sungai, akibat curah hujan yang tinggi.

Walaupun hujan tidak begitu tinggi pengusaha dan pemandu rafting diminta tetap mewaspadai curah hujan tinggi. Ini terutama ketika terjadi curah hujan tinggi di kawasan hulu sungai.

Lebih lanjut dikatakannya, ketika terjadi curah hujan tinggi terutama di hulu akan menyebabkan ketinggian air sungai semakin meningkat. Peningkatan ketinggian air bisa berisiko terhadap kecelakaan dalam kegiatan rafting.

Menyikapi risiko kecelakaan rafting saat musim penghujan, pemandu rafting di lapangan dituntut jeli dan bijaksana melihat kondisi alam. Ketika ketinggian volume air dinilai membahayakan, kegiatan wisata rafting mesti dihentikan atau dibatalkan.  (kup)