Hasil Tangkapan Nelayan di Sanur Turun 75 Persen

36
istTURUN – Akibat cuaca buruk, hasil tangkapan nelayan turun. Tampak nelayan tengah melakukan aktivitasnya.

Denpasar (Bisnis Bali) – Musim paceklik ditambah musim hujan dan angin kencang yang terjadi di Bali saat ini, membuat para nelayan tidak bisa melaut, khususnya nelayan di kawasan Pantai Sanur. Hal ini memberi dampak pada menurunnya hasil tangkapan nelayan yang saat ini mencapai 75 persen.

Salah seorang nelayan saat ditemui di Pantai Matahari Terbit, Selasa (30/1) kemarin mengaku, sudah sekitar satu bulan lamanya dirinya tidak melaut. Hal ini dikarenakan musim hujan dan angin kencang yang sangat berbahaya untuk melakukan aktivitas di laut. “Sekarang juga sudah musim paceklik, yang musim panen pun berkurang,” ungkap pria yang sudah menggeluti profesinya sebagai nelayan dari tahun 1995 ini.

Dikatakan, dengan kondisi cuaca saat ini, hasil tangkapannya menurun hingga 75 persen. Dalam sehari satu perahu yang bisa membawa hasil tangkapan 45-50 kilogram saat ini setengahnya pun belum tentu  diperoleh. Hal ini dikarenakan  ia dan rekan-rekannya hanya melaut dengan jarak yang dekat dari pesisir.

Dikatakan saat cuaca normal, gelombang air laut hanya mencapai ketinggian satu hingga 1,5 meter sedangkan saat ini mencapai 2- 2,5 meter. Hal inilah yang juga menjadi faktor yang mempengaruhi keengganan nelayan melaut  selain hujan dan angin kencang. (wid)