Tampil Berkelas, Pebisnis Distro Dituntut Kreativitas dan Ide ’’Up to Date”

54
Dalam memenangkan persaingan, pebisnis distro sengaja memproduksi ide-ide unik dalam hal kreativitas desain yang menjadi ciri khas dagangan distro saat ini. (aya)

Mangupura (Bisnis Bali) –  Ada sebagian orang beranggapan, produk fashion dari distributor outlet (distro) cenderung berkelas dan up to date. Fenomena ini menginspirasi banyak pebisnis untuk mengembangkan bisnis distro di Bali, sehingga keberadaan distro kian menjamur di daerah ini.

‘’Untuk memenangkan persaingan, kami sengaja memproduksi serta menggenjot ide-ide unik dalam hal kreativitas desain yang menjadi ciri khas dagangan distro saat ini,’’ ujar Anton, salah seorang pebisnis distro di kawasan Kuta, Senin (29/1).

Lanjut dia, tema-tema yang digunakan outletnya biasanya mengikuti tren yang sedang hangat dibicarakan di televisi saat ini, serta desain-desain yang kian inovatif. Di samping itu, motif distronya lebih menekankan pada spirit anak muda, yang dilukiskan dalam wujud lambang, logo, atau tulisan yang mampu membangkitkan solidaritas kelompok anak muda tertentu, yang tentu saja untuk tujuan yang positif.

Misalnya, motif kaos yang menggambarkan kecintaan terhadap seorang tokoh olahraga, artis terkenal, ataupun berupa kata-kata bijak yang mampu membuat pengguna kaos tersebut percaya diri, dan memiliki karakteristik tersendiri.

‘’Produk distro kami sengaja diproduksi terbatas, menjadi bagian dari strategi untuk tetap eksis. Seperti  diketahui sekarang ini, kasus penjiplakan desain dan motif sulit dibendung. Untuk itu produk kami rancang sedemikian rupa khususnya dalam produksinya yang terbatas untuk menghindari penjiplakan itu,’’jelasnya.

Bahan kaos yang digunakannya didatangkan dari Bandung. Kaos yang sudah jadi dijual dengan harga mulai Rp 80 ribu hingga Rp 190 ribu per pcs.

Hal senada diungkapkan Jimmy, salah seorang pebisnis distro lainnya. ‘’Produk distro kami umumnya menyasar segmen anak muda,’’ ujarnya. (aya)