Distan Bali Imbau Kebutuhan Pupuk Pertengahan Tahun, “Diamprah” sebelum Juli

21

Denpasar (Bisnis Bali) – Mencegah terjadinya realokasi (pengurangan) jatah pupuk bersubsidi tahun ini, Dinas Pertanian (Distan) Bali mengimbau agar kebutuhan pupuk pada musim tanam pertengahan tahun agar dilakukan pengamprahan atau pengajuan permohonan distribusi lebih awal di pertengahan tahun atau Juli nanti.

Realokasi pupuk bersubsidi untuk jenis urea ini sempat terjadi pada 2017 lalu, karena realisasi pupuk pertengahan tahun saat itu kecil, sehingga pemerintah pusat menilai alokasi pupuk di Bali berada dalam jumlah berlebih.

Tahun lalu hingga Juli, katanya, memang realokasi pupuk sedikit, karena di Bali musim tanam disertai dengan serapan pupuk terbanyak ada di periode Oktober-Maret, sedangkan pemerintah pusat mengacu pada Januari-Juli sebagai penetuan serapan.

‘’Akhirnya, dari realokasi tersebut, kami kembali lagi mengajukan penambahan kebutuhan pupuk untuk akhir tahun lalu, sehingga membutuhkan proses lagi untuk bisa mendapatkan tambahan alokasi saat itu,” tutur Kasi Pupuk, Pestisida, dan Alsintan Dinas Pertanian Bali, Made Ariawan, di Denpasar, Senin (29/1).

Ia menerangkan, tahun ini untuk menghindari hal serupa, pihaknya telah berkordinasi dengan kabupaten/kota di Provinsi Bali apabila ada kebutuhan pupuk untuk pertengahan tahun, semisal untuk kebutuhan Agustus atau bahkan di bulan berikutnya agar sudah diajukan sebelum Juli nanti. Imbuhnya, upaya kondisi itu akan membuat serapan pupuk bersubsidi pada saat penilaian oleh pusat terserap di atas 50 persen dari kebutuhan, sehingga realokasi pupuk akan tidak terjadi pada tahun ini.

“Barang bisa dititip di kios untuk amprahan pupuk yang lebih awal tersebut. Selain itu, dengan penambahan alokasi pupuk bersubsidi ini, peluang untuk dinikmati lebih banyak lagi di pertanian sektor perkebunan, dan hortikultura,” ujarnya. (man)