Denpasar (Bisnis Bali) – Cuaca yang tidak menentu saat ini membawa dampak yang signifikan bagi para petani khususnya para petani padi. Meski demikian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali Wayan Mardiana dalam orasinya di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), di Lapangan Renon, Minggu (28/01) lalu mengatakan pasokan beras di Bali tetap aman.

Kenaikan harga beras di pasaran  yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, sebagai dampak cuaca buruk. Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena jumlah pasokan dan ketersediaan beras di Bali masih cukup aman. “Jika diliat dari luas sawah di Bali saat ini 79.526 hektar, dari luas tersebut memiliki luas tanam 141.219 hektar, sedangkan luas panen berkurang 140.703 hektar. Untuk 1 hektar sawah menghasilkan padi 58,8 kuintal/hektar atau setara dengan 5,8 ton/hektar,” paparnya. Luas panen tersebut menghasilkan gabah kering 827.362 ton kalau disetarakan dengan beras kurang lebih 518 ton beras.

“Berdasarkan data kebutuhan konsumsi beras di Bali untuk jumlah penduduk 4,2 juta jiwa ditambah dengan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, kebutuhan beras selama setahun kurang lebih 438.380 ton. Jadi, jika data produksi dikurangi data konsumsi maka masih ada surplus 388.982 ton sampai akhir Desember 2017,” tandasnya.

Pada Maret, April dan Mei, Bali akan memasuki masa panen raya. Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan maupun pasokan beras yang ada di Bali. (pur)