Singaraja (Bisnis Bali) – Bupati Buleleng, Agus Suradnyana mengimbau kepada seluruh masyarakat agar sadar menjaga lingkungan sekitar. Hal terkecil yang bisa dilakukan adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan agar tidak menimbulkan banjir.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk tidak menutup secara sembarangan saluran air yang ada agar tidak menyumbat jalannya air itu sendiri. Hal itu diungkapkan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST., ketika melayat ke rumah duka di Lingkungan Kalibaru, Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng dan di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, bersama dengan Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG.

Di rumah duka, selain turut berbelasungkawa, Bupati Agus Suradnyana menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai sebesar Rp 10 juta untuk keluarga korban Dewa Ketut Wisnu Saputra di Lingkungan Kalibaru, serta Luh Sumi dan Kadek Bayu Yudistira di Desa Jagaraga.

Ditemui usai melayat, Bupati menegaskan, keadaan ini benar-benar bersifat force majeur, yakni seluruh wilayah di Bali menghadapi cuaca yang ekstrim bukan hanya di Buleleng. Namun, untuk menghindari terjadinya banjir terulang kembali tatkala cuaca ekstrim untuk bersama – sama meningkatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Khusus untuk banjir di Baktiseraga dan Pemaron, dirinya melihat ada saluran air yang ditutup dan ada kayu atau sampah yang menyumbat saluran air yang tidak dibersihkan.

Hal ini yang menyebabkan air meluap hingga menyebabkan banjir. Untuk itu, diperlukan keaktifan dari semua pihak untuk bekerja bersama secara gotong-royong untuk membersihkan saluran-saluran air yang ada. “Mungkin pada September atau Oktober seluruh warga desa bisa masuk ke saluran air untuk memotong kayu dan membersihkan sampah agar saluran air tidak tersumbat lagi. Kita harus gotong royong untuk mencegah terjadinya banjir,” ungkap mantan anggota DPRD Provinsi Bali ini. (ira)