Mangupura (Bisnis Bali) – Bank Mantap pada 2018 ini selain fokus pada pemanfaatan teknologi digital, juga berupaya memperkuat pengawasan terhadap dana yang disalurkan dalam upaya mendukung pertumbuhan kredit.

“Kami memiliki aspirasi untuk meningkatkan kredit menjadi kisaran Rp 16 triliun hingga Rp 18 triliun tahun ini, dengan pertumbuhan dari tahun sebelumnya kisaran Rp 6 triliun hingga Rp 8 triliun,” kata Direktur Utama Bank Mandiri Taspen (Mantap), Josephus K. Triprakoso saat dihubungi di Nusa Dua, Minggu (28/1) kemarin.

Optimisme nilai pertumbuhan kredit pada 2018 tersebut, kata dia, didukung pertumbuhan ekonomi yang kian membaik tahun ini. Selain itu, pertumbuhan kredit ini masih didorong dari segmen utama bank yaitu di sektor pensiunan.

Josh biasa ia disapa mengakui, bank menargetkan kredit segmen pensiunan pada 2018 ini yaitu mampu menyasar lebih dari 100 ribu nasabah pensiunan.

“ Pada 2017,  kredit pensiun mencapai Rp 8,5 triliun dan akan terus kami kembangkan sebagai engine of growth utama menjadi kisaran Rp 14 triliun hingga Rp 16 triliun pada 2018 dengan market share minimal 14 persen secara nasional,” jelasnya.

Di sisi penghimpunan dana pihak ketika (DPK), bank berkator pusat di Denpasar ini akan menargetkan dapat tumbuh sampai kisaran Rp 18 triliun hingga Rp 19 triliun dengan cara melalui peningkatan dana murah, khususnya tabungan pensiunan.

Ia pun berharap dengan meningkatkan kualitas kredit dan monitoring diperkuat, pertumbuhan kredit dan DPK bisa tercapai tahun ini, termasuk mampu menjaga rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) tetap terjaga di level rendah.

“Sampai akhir 2017 rasio NPL kami berada di angka 0,65 persen dan akan terus kami jaga maksimal di kisaran 0,7 – 0,8 persen tahun ini,” ucapnya.  (dik)