Denpasar (Bisnis Bali) – Sejumlah kalangan perbankan didesak untuk serius mewujudkan suku bunga kredit single digit pada tahun ini. Kondisi tersebut menyusul belum banyak perbankan yang menindaklanjuti dari beberapa stimulus kebijakan ekonomi yang digelontorkan pemerintah melalui Bank Indonesia tahun lalu.

“Hingga kini hanya sebagian kecil perbankan yang menindaklanjuti itu, dan masih ada banyak lembaga keuangan lain yang masih bertahan dengan suku bunga kredit di kisaran double digit. Kebijakan pemerintah telah mengarah ke hal tersebut,” tutur pengamat perbankan, IB Kade Perdana, di Denpasar, Minggu (28/1) kemarin.

Ia menilai, kebijakan pemerintah terkait suku bunga ini cenderung hanya digunakan sebagai kesempatan untuk mencari untung. Sebab, kebijakan tersebut hanya diadopsi pada suku bunga tabungan dan deposito, sedangkan suku bunga kredit masih dipatok tetap mahal. Imbuhnya, itu yang kemudian membuat penyaluran kredit di kalangan masyarakat maupun pelaku usaha berada dalam kondisi sangat rendah, apa lagi dalam situasi ekonomi yang bergerak lambat saat ini.

“Banyak pelaku usaha yang akhirnya berpikir dua kali untuk memanfaatkan kredit dari bank untuk kelangsungan usaha, karena suku bunga yang masih tinggi ini tidak sebanding dengan risiko usaha dihadapi,” ujarnya. (man)