Tabanan (Bisnis Bali) –  Dalam rangka ikut mendukung program pemerintah, khususnya terkait asuransi pertanian atau Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), tahun ini Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tabanan berencana akan ikut mendanai biaya yang dikeluarkan petani dalam program tersebut.

AUTP sendiri adalah program pemerintah dengan menanggung sekitar 80 persen atau Rp 144 ribu per hektar dari premi Rp 180 ribu per hektar, sedangkan petani menanggung sisanya yaitu, Rp 36 ribu per hektar.

” Tahun ini selain program kerja akan mengajak generasi muda untuk mencintai profesi petani, kami juga berencana untuk membantu pemerintah dalam hal AUTP. Sebab, program tersebut memang dirasa sangat dibutuhkan para kalangan petani selama ini,” tutur Ketua KTNA Tabanan, I Nengah Mawan, di sela-sela rembug paripurna KTNA Kabupaten Tabanan, belum lama ini.

Ia menarangkan, keikutsertaan tersebut dilakukan melalui koperasi tani milik KTNA dengan menanggung premi yang harus dibayar petani. Bercermin dari kondisi, petani yang diharuskan membayar 20 persen dari sisa nilai yang ditanggung oleh pemerintah dalam program AUTP, menjadi tidak dibebani biaya lagi atau gratis.

Namun, jelas Mawan, pembayaran beban biaya yang dibayarkan petani dalam program AUTP tersebut, petani bersangkutan diwajibkan untuk membeli produk pertanian seharga Rp 100 ribu per 10 are di koperasi tani. Ia harapkan, pemberian subsidi oleh KTNA pada petani ini bisa menjangkau seluruh petani di Kabupaten Tabanan, dan untuk saat ini hal tersebut sudah mulai berjalan.

“Saat ini kami sudah mulai realisasikan itu. Kini sudah ada satu subak dengan luasan 30 hektar yang bekerjasama dengan koperasi tani KTNA dengan membeli kebutuhan pertanian. Contohnya, obat-obatan untuk kebutunan disektor pertanian padi,” ujarnya. (man)