Gelar LPJ, LPD Tengkulak Kaja Serahkan Dana Pembangunan Rp 161 Juta Rangkaikan Gebyar Undian Berhadiah

29
Bendesa Adat Tengkulak Kaja, I Nyoman Selamat (kanan) menerima dana pembangunan dari LPD. (wid)

Gianyar (Bisnis Bali)- Bertempat di Wantilan Desa Adat Tengkulak Kaja, LPD Tengkulak Kaja menggelar laporan pertanggungjawaban (LPJ) tutup buku tahun 2017. Pada LPJ yang dilaksanakan, Selasa (23/1) sore lalu, juga disertai penyerahan dana pembangunan  (20 persen dari laba) yaitu Rp 161 juta.

Kepala LPD Desa Adat Tengkulak Kaja, I Made Sudana, pada sela-sela acara, mengatakan, aset LPD hingga akhir Desember 2017 telah mencapai Rp 16 miliar lebih dengan laba yang mencapai Rp 805 juta. “Pencapaian laba kami tahun 2017 mengalami peningkatan sekitar 6 persen, dari tahun sebelumnya yang  hanya Rp 761 juta,” ungkapnya.Sementara untuk dana pihak ketiga (DPK) yang mampu dihimpun LPD Tengkulak Kaja yaitu berupa tabungan Rp 5,7 miliar, deposito Rp 6,5 miliar. Dan untuk penyaluran kredit pada 2017 lalu Rp 11,8 miliar. “Modal yang kami miliki yaitu Rp 4,4 miliar,” katanya.

Atas pencapaian ini, Sudana, menyampaikan terima kasih kepada tokoh masyarakat dan semua krama (masyarakat adat-red) yang telah memanfaatkan keberadaan LPD sejak tahun 1991 lalu. Adapun beberapa produk yang menjadi unggulan LPD Tengkulak Kaja yaitu dalam hal tabungan terdiri dari Tabungan Sukarela, Simade Plus, Simade, Jimpitan, Tabungan dan Investasi. Kemudian deposito yang dengan waktu 1 bulan, 3 bulan dan 12 bulan dengan masa perpanjangan otomatis. Dan untuk program kredit, LPD Tengkulak Kaja memiliki program kredit modal kerja, kredit rekening koran, kredit sepeda motor, kredit gadai dan kredit harian.

Sementara itu, Bendesa Adat Tengkulak Kaja, I Nyoman Selamat, dalam kesempatan ini juga menyampaikan, LPD  memberikan kontribusi kepada desa pakraman baik dari segi pembangunan, upacara, serta kegiatan sosial lainnya.  Dia berharap keberadaan LPD tetap ajeg, tetap menjadi badan usaha milik desa pakraman yang mampu ikut serta dalam menjaga kelestarian agama budaya dan adat di Bali. “Dan kami pun akan terus berupaya meningkatkan kerja sama kedepannya agar LPD terus berkembang, sehingga kedepannya LPD selalu menjadi penyumbang dana terbesar untuk desa pakraman. Tanpa LPD desa adat akan merasa sangat kekurangan,” ungkapnya. (wid)