Mangupura (Bisnis Bali) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung melakukan   pembersihan sejumlah rumah yang masih terdapat genagan air, pascabanjir di kawasan Legian, Seminyak. Lima unit pompa penyedot air dikerahkan oleh Dinas PUPR Badung untuk mengeringkan air yang masih tergenang di sejumlah rumah warga.

Kepala Dinas PUPR Badung, Ida Bagus Surya Suamba, Jumat (26/1) kemarin mengungkapkan, langkah cepat yang dapat dilakukan pascabanjir adalah membersihkan sisa air yang tergenang di rumah-rumah warga di Legian.  Ada lima pompa yang dikerahkan, dua memang milik dinas dan tiga milik pihak rekanan untuk membantu pembersihan air. “Banjir kemarin dampak dari kiriman air hujan dari hulu Tukad Mati di Uman Dui sangat tinggi. Pada saat yang sama di hilir air laut pasang sehingga aliran Tukad Mati meluap di sepanjang DAS di kawasan Jalan Dewi Sri, Nakula dan Kunti,”ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini dari informasi yang didapat, Balai Sungai Bali Penida melakukan lanjutan penataan sungai dalam penanganan banjir di hilir Tukad Mati yang sebelumnya dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung, dan akan selesai tahun 2019. ”Ada beberapa hal yang belum dapat dibiayai oleh pemerintah pusat seperti pemasangan pompa banjir di hilir Tukad Mati menuju Teluk Benoa Rp 50 miliar serta normalisasi Teluk Benoa di hilir Tukad Mati, Pemerintah Kabupaten Badung yang akan melaksanakan dan menganggarkan tahun 2019. Dengan tuntasnya pelaksanaan penataan Tukad Mati ini, pada 2019 kita harapkan banjir tidak akan terjadi lagi,”paparnya. (sar)