Kembangkan Cengkeh Sambung, Solusi Menanam di Lahan Kering

191

Singaraja (Bisnis Bali) – Masih banyaknya dijumpai lahan kering yang kurang produktif  di Buleleng, membuat sejumlah masyarakat berfikir untuk mencari solusi agar lahan kering bisa dimaksimalkan, khususnya di sektor pertanian. Seperti halnya tanaman cengkeh.

Selama ini cengkeh hanya bisa tumbuh di dataran tinggi dengan kontur tanah gembur, namun seiring inovasi, kini sejumlah petani mencoba mengembangkannya dengan sistem sambung tujuannya tidak lain agar cengkeh juga bisa ditanam pada lahan kering.

Wayan Ariawan, masyarakat sekaligus petani yang tergabung dalam organisasi peduli lingkungan Buleleng Harmoni ketika diwawancarai mengatakan, pemilihan tanaman cengkeh mengingat di Bali Utara potensi hasil pertanian cengkeh sangat tinggi apabila cengkeh sambung ini mampu dibudidayakan di lahan kering tentu secara tidak langsung memberikan dampak pada kesejahteraan petani.

Selain itu, mengingat akar tanaman cengkeh merupakan bagian tanaman yang paling lemah dan sangat peka terhadap kondisi tanah tempat tumbuhnya seperti kekeringan, sehingga metode sambung ini diharapkan nantinya mampu memaksimalkan lahan – lahan kering di Buleleng.

“Kami lihat Buleleng masih banyak lahan kritis yang belum dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, sehingga di sini kami dari Buleleng Harmoni memberikan solusi untuk menanam bibit cengkeh sambung namun sebelum kami publikasikan tentu ini harus kami melakukan riset terlebih dahulu mengenai cengkeh sambung ini, terutama dari sisi kadar air,” ungkapnya.

Ia mengatakan, metode cengkeh sambung ini adalah metode sederhana yang bertujuan untuk memperbaiki sistem perakaran cengkeh, sehingga pertumbuhan tanaman lebih cepat dan tanaman cepat berbunga, yakni metode sambung ini, untuk batang bawah menggunakan tanaman jambu kelampuak atau jambu hutan  yang merupakan tanaman liar yang sering dijumpai di lahan kering.

Sistemnya adalah biji tanaman jambu hutan dan cengkeh sama- sama ditanam berdampingan, hingga membentuk tunas, setelah tumbuh tunas muda keduanya dipotong untuk disatukan diikat hingga tumbuh satu tunas baru dengan batang bawah merupakan tanaman banji.

Sementara atasnya adalah cengkeh. “Jadi kami pilih tanaman Banji sebagai batang bawah karena tanaman ini mampu bertahan hidup di lahan kering dan mampu berbuah lebat bahkan dari banyak jenis batang bawah yang satu family seperti tanaman salam dan juwet, tanaman jambu hutan ini yang paling bagus,” tuturnya. (ira)