Bali sudah mendapatkan predikat Bali the best island tourist destination in the world (destinasi wisata pulau terbaik di dunia). Dengan berbagai cobaan mulai erupsi Gunung Agung, banjir, dan bencana alam yang lain, mampukah Bali mampu mempertahankan predikat tersebut?

PARIWISATA Bali menyandang predikat Bali the best island. Dalam kondisi apa pun, pelaku pariwisata Bali mesti mempertahankan predikat pariwisata Bali tersebut.
Ketua Dewan Pembina Apindo Bali, Panudiana Kuhn mengatakan, untuk mempertahankan predikat Bali the best island ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi. Pertama, pariwisata Bali harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan yang berlibur ke Bali.
Ia menjelaskan, masalah sampah masih banyak disaksikan wisatawan di Bali. Pemerintah mesti menangani masalah sampah secara serius untuk menghilangkan kesan Bali sebagai kawasan pariwisata yang kotor.
Panudiana Kuhn memaparkan, penanganan masalah sampah yang tidak baik akan memicu terjadinya musibah banjir pada musim penghujan. “Masalah keamanan dan kebersihan penting bagi Bali mempertahankan predikat the best island,” ucapnya.
Menurutnya, pelaku pariwisata mesti terus menyampaikan Bali masih sangat aman untuk dikunjungi. Ini termasuk penjelasan KRB hanya 6-12 km. “Sementara di luar kawasan KRB masih sangat aman dikunjungi wisatawan ketika berada di Bali,” kata Panudiana Kuhn.
Sekretaris DPD Asita Bali, Putu Winastra mengungkapkan, mempertahankan sebuah predikat pariwisata yang sudah disandang Bali memang jauh lebih susah. Pelaku pariwisata tentunya masih lebih mudah membuat sesuatu yang baru untuk dikenal.
Ia menjelaskan, Bali sudah mendapatkan predikat The Best Island Tourist Destination in the world. Selanjutnya pelaku pariwisata Bali memiliki tanggung jawab bersama berkomitmen untuk mempertahankan predikat pariwisata tersebut.
Presiden Direktur KBA Tur ini memaparkan, tidak hanya pelaku pariwisata saja tetapi semua komponen baik pemerintah, swasta dan masyarakat wajib mempertahankan predikat pariwisata Bali. Karena realitanya, semua yang ada di Bali hidupnya dari pariwisata baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dikatakannya, terkadang  masih ada ucapan bahwa kue pariwisata hanya dinikmati oleh segelintir orang. Namun kenyataannya, semua pasti dapat kecipratan cuma masalah besar dan kecilnya itu akan tergantung daripada langsung tidaknya bergelut pada sektor pariwisata. “Kalau bisa terjun di sektor pariwisata, akan meraih kesempatan mendapatkan pendapatan pariwisata yang lebih besar,” ucapnya. (kup)