REI : Pembangunan Hunian Vertikal masih Berpeluang

45

Gianyar (Bisnis Bali) – DPD Real Estate Indonesia (REI) Bali menilai agar di Bali tidak terjadi alih fungsi lahan yang berkelanjutan perlu adanya wacana pembangunan hunian vertikal (tumbuh ke atas) seperti apartemen sebagai solusi. Hal ini perlu perlu terus diwacanakan karena kebutuhan rumah ke depannya akan tinggi sementara ketersediaan lahan akan kian susah.

“Jangan sampai terjadi alih fungsi lahan maka wacana pembangnan hunian vertikal perlu dilanjutkan,” kata Ketua DPD REI Bali, Pande Agus Permana Widura di Ubud.

Ia mengatakan, masalah alih fungsi lahan produktif juga dapat teratasi jika seluruh pihak menyetujui pendirian hunian vertikal. Sebagai warga Bali, REI memiliki tanggung jawab pula terhadap lingkungan sehingga harus menjaga semua sektor, tidak hanya pariwisata semata namun juga pertanian.

REI pun tidak ingin nanti muncul alih fungsi lahan yang liar, sehingga perumahan vertikan salah satu solusi di Bali saat ini apalagi penambahan penduduk yang sedemikian pesatnya.

“Hunian vertikal juga dapat menjadi siasat REI dalam meyediakan rumah bersubsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di tengah tingginya harga lahan di Bali,” ujarnya.

Pihaknya masih tetap berharap dan mencoba untuk bisa menyediakan perumahan vertikal ke depannya. Sebab, kebutuhan rumah bagi penduduk di Bali berdasarkan data BPS tahun 2016  mencapai 300 ribu unit untuk hak  milik.

Selain berbicara hunian vertikal, Pande menerangkan, juga berusaha membangun rumah bersubsidi. Dalam pembangunan rumah bersubsidi pihaknya mendapatkan target 5.000 unit dengan harga saat ini Rp 148,5 juta yang sebelumnya hanya Rp 141,7 juta.

“Hingga 2017 kami baru mampu membangun kurang dari 3.500 unit,” imbuhnya. (dik)