Lupa Bayar Kredit Masyarakat Terganjal Peroleh Pinjaman Baru di Semua LJK

204
 OJK - Masyarakat yang memperoleh informasi terkait riwayat kredit di OJK lewat SLIK. (dik)

Denpasar (Bisnis Bali) – Masyarakat atau debitur akan sulit memperoleh pinjaman baru di semua lembaga jasa keuangan (LJK) seperti bank, finance, pegadaian hingga koperasi jika pernah punya riwayat lupa membayar kredit. Kredit yang belum terlunasi di salah satu LJK kini akan tercatat di sistem layanan informasi keuangan (SLIK) yang berlaku mulai 1 Januari 2018.

“Untuk itu bagi masyarakat yang ingin mengajukan kredit baru di LJK sebaiknya mengecek terlebih dahulu apakah punya riwayat kredit bermasalah atau kurang lancar. Jika kredit tidak dilunasi terlebih dahulu maka akan terus tercatat macet dan tidak akan bisa pinjam di semua LJK,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra, Hizbullah di Renon, Selasa (23/1) kemarin.

Ia mengatakan, masyarakat bisa datang ke OJK untuk mengetahui apakah memiliki riwayat kredit bermasalah karena tidak menutup kemungkinan karena memiliki beberapa pinjaman lupa membayar sehingga itu tercatat di SLIK. Satu contoh kartu kredit. OJK pun menegaskan dengan adanya SLIK (sebelumnya SID sewaktu masih di Bank Indonesia), debitur yang punya kredit macet di finance atau LJK lainnya akan terlihat pula di data perbankan, begitu pula dengan LJK lainnya. Beda saat zaman SID yang hanya tampak di perbankan saja, maka ketika debitur punya kredit macet di finance tidak akan kelihatan di perbankan.

“Dengan SLIK dapat mencegah kredit bermasalah karena aplikasi itu akan memudahkan perbankan saat melakukan analisis kepada calon debitur sebelum menyalurkan pinjaman,” ujarnya. (dik)