Tabanan (Bisnis Bali) –¬†Cuaca buruk yang dicerminkan dengan tingkat curah hujan yang tinggi mulai berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Tabanan saat ini. Salah satunya, kunjungan wisatawan ke daya tarik wisata ( DTW Tanah Lot yang turun mencapai 10-15 persen dari rata-rata normal.

“Hujan yang turun dengan intensitas yang sering tengah berdampak pada angka kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang datang ke DTW. Meski begitu, kunjungan wisatawan ini nampaknya sudah mulai bangkit jika dibandingkan dengan sebelumnya, khususnya saat erupsi Gunung Agung yang dibarengi dengan penutupan bandara,” tutur Manager DTW Tanah Lot, Ketut Toya Adnyana, Selasa (23/1).

Ia menerangkan, sejak beberapa hari terakhir seiring dengan meningkatnya intensitas hujan, angka kunjungan ke DTW Tanah Lot ikut terpengaruh. Sebab, hujan membuat wisatawan ini terkendala untuk menikmati keindahan DTW Tanah Lot yang menawarkan pesona keindahan pantai dan pura di tengah laut.

Kondisi tersebut tidak pelak membuat wisatawan yang datang, ada yang menunggu di kendaraan dan ada juga yang kembali lagi melanjutkan perjalanan berwisata karena disebabkan hujan.

Jelas Toya, saat ini akibat hujan, saat ini rata-rata angka kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot turun hanya di kisaran 6.000 an orang per hari, menurun dari rata-rata normal yang biasa mengantongi angka 7.000 – 8.000 orang wisatawan per hari. Katanya, selain cuaca, ia tidak menampik turunnya kunjungan juga masih dipengaruhi kemungkinan oleh informasi terkait erupsi Gunung Agung, khususnya di kalangan wisatawan mancangara (wisman).

“Mudahan-mudah dengan dicabutnya travel warning, itu bisa membangkitkan kembali kunjungan wisman ke Bali, termasuk ke DTW Tanah Lot,” tandasnya. (man)