PEMBIBITAN sapi Bali lebih cocok dilakukan di daerah dataran rendah dan panas. Tidak cocok di daerah dataran tinggi yang dingin, karena akan sangat rawan terserang penyakit mencret darah.

Pendiri dan pembina Kelompok Tani Ternak Satwa Winangun, Desa Tangkas Klungkung, I Ketut Darmawan, SPT memaparkan penyakit mencret darah sangat mematikan bagi anak sapi. “Kalau di daerah dingin, tidak cocok untuk mengembangkan bibit sapi karena di sana bakteri mudah berkembang yang menjadi penyebab penyakit mencret darah. Jadi di daerah dingin lebih cocok untuk penggemukan sapi,” tuturnya.

Penyakit lainnya yang kerap menyerang anak sapi adalah panas 3 hari. “Penyakit panas tiga hari ini, juga cukup mematikan bila terlambat penanganan. Gejalanya anak sapi panas, kemudian tidak mau makan, bila tidak segera ditangani dapat mengakibatkan kematian,” tukasnya. Penyakit tersebut yang paling sering menyerang bibit sapi.

Untuk penanggulangan mencret darah, biasanya ternak diberikan suntikan antibiotik atau diberikan antibiotik 5 gram per liter air. Untuk panas tiga hari harus diberikan obat demam, dengan dosis 3 butir obat penurun panas per liter air langsung diberikan sekali minum. Selain itu juga perlu diberikan vitamin 10 CC per ekor sapi.  (pur)