Denpasar (Bisnis Bali) – Menyambut HUT ke-65 Yayasan Dwijendra, digelar jalan sehat dihiasi dengan parade tarian tradisional belum lama ini. Kegiatan yang dilepas langsung Wali Kota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra, didampingi Wakil Ketua DPRD Denpasar, Made Muliawan Arya ditandai dengan memainkan genta.

Meskipun sempat diguyur hujan, kegiatan  yang diikuti kurang lebih sebanyak 10.000 peserta yang meliputi dosen, guru, staf serta seluruh siswa maupun mahasiswa Yayasan Dwijendra berlangsung meriah.

Wali Kota Rai Mantra sangat mengapresiasi dan mengucapkan selamat untuk HUT ke-65 Dwijendra. Ia berharap dengan diadakannya berbagai kegiatan ini dapat memberi nilai tambah dalam rangka turut serta mencerdaskan generasi muda khususnya dalam menjalani kehidupan ke depannya. Yayasan Dwijendra ini merupakan suatu sekolah yang betul-betul mendidik karakter anak-anak untuk memunculkan suatu identitas seni kebudayaan.

“Dwijendra memang sekolah yang betul-betul mendidik karakter anak untuk terus mengembangkan suatu kebudayaan yang merupakan identitas kita,” ujarnya.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, konsep berwawasan kebudayaan yang dilaksanakan Yayasan Dwijendra sejalan dengan visi Kota Denpasar dimana kebudayaan merupakan suatu identitas yang harus terus dikembangkan.

“Kebudayaan merupakan suatu identitas kita sebagai orang Bali, disini kami melihat kebudayaan itu terus ditanamkan kepada anak-anak. Kami beharap kebudayaan tersebut dapat terus dikembangkan dan dijadikan pedoman untuk menciptakan generasi yang terdidik, cerdas dan berbudaya,” kata Rai Mantra.

Ketua Yayasan Dwijendra M.S Chandra Jaya mengatakan, jalan sehat ini dikemas semenarik mungkin dengan menampilkan pementasan Tari Barong dan Drum Band dari anak-anak TK Dwijendra pada awal acara.

Selain untuk menyehatkan, menurutnya, jalan sehat ini diselenggarakan untuk menumbuhkan sikap solidaritas siswa-siswi Dwijendra. Selain itu, pada Minggu (21/1) malam lalu, diselenggarakan pementasan wayang ”Cenk Blonk” yang berlokasi di Lapangan I Gusti Nguah Made Agung.

 ”Untuk menghibur peserta jalan sehat maka awal acara kami menampilkan pementasan tari barong dan drum band, sedangkan pada malam hari dilaksanakan pementasan wayang Cenk Blonk, ” ungkapnya.

Tidak hanya itu jalan sehat juga untuk menyehatkan jiwa anak-anak. Jiwa yang sehat akan timbul pikiran yang jernih. Bahkan dari kegiatan ini akan timbul sikap Menyama beraya to kukuhin rahayu kepanggih sesuai dengan tagline HUT. (sta)