’’Krama’’ Subak Pujung Kaja Gelar ’’Wali Nyacahin’’

43

Gianyar (Bisnis Bali) – Nyacahin atau dikenal juga Wali Jumun Sari merupakan ungkapan rasa syukur dari krama subak pujung kaja. Pemangku Pura Penataran Pande, Jro Mangku Pande Rahajeng, di sela-sela acara Wali Jumun Sari, Senin (22/1) mengatakan, wali ini merupakan ungkapan rasa syukur setelah selesai panen dengan hasil yang melimpah.

Diungkapkannya, uniknya wali ini dilengkapi sarana upakara atau banten tegen-tegenan. Banten ini dipikul oleh warga laki-laki.
Ia menjelaskan, warga laki-laki yang membawa tegen-tegenan karena seorang laki-laki yang bertugas menafkahi keluarga. Ini melakukan aktifitas sebagai petani atau yang lain.
Ia memaparkan banten tegen-tegenan inilah simbul hasil kepala keluarga dalam beraktivitas.

Wali nyacahin pertama kali dilaksanakan di sanggah warga masing-masing.
Selanjutnya secara bergiliran dihaturkan di semua pura yang ada di Pujung Kaja. Ininseperti Pura Kayangan Tiga, Pura Penataran Pande, Pura Pujung Sari, Pura Melanting, Pura Ulun Sui, Pura Sakenan, Pura Gunung Sari, Pura Panti Kangin, Pura Pemengkang, Pura Sangyang Klakah, dan Pura Bale Bang. Setelah selesai di Desa Pekraman lalu dilanjutkan ke Pura Masceti Pemuus di DP Apuh dan Pura Ratu Manik Toya DP Sebatu.

Setelah itu dilanjutkan ke Pura Ukun Danu Batur dan Pura Besakih. Upacara ini dilaksanakan oleh krama Subak Pujung Kajabdan disertai seluruh warga di Desa Pakraman Telepud.
Di Pura Dalem, tegen-tegenaan dibuat lebih istimewa, karena kepercayaan para leluhur mereka akan tangkil ke Pura Dalem. Mereka nyurud bersama pertisentananya. Mereka lalu memberikan berkah kesuburan di sawah dan ladangsehingga para keturunannya hidup berbahagia.  (kup)