Pra-RAT KSP Ema Duta Mandiri Targetkan Tambahan Anggota Berkualitas

61
KINERJA - Ketua Pengurus KSP EDM, Wayan Murja sedang menjelaskan perkembangan kinerja koperasi tutup buku tahun 2017 saat Pra-RAT (sta)

Gianyar (Bisnis Bali) – Koperasi jenis simpan pinjam (KSP) dan unit simpan pinjam (USP) hanya boleh melayani anggota dan calon anggota. Hal tersebut sudah diatur dalam perundang-undangan perkoperasian. Oleh karena itu, penambahan anggota koperasi wajib dilaksanakan.

”Paling tidak dalam satu tahun tutup buku, anggota bertambah sampai 10 persen. Atau tambahan anggota sebanyak-banyaknya namun harus yang berkualitas,” ungkap Ketua Pengurus KSP Ema Duta Mandiri (EDM), I Wayan Murja, S.E., M.M., di sela-sela pembukaan Pra-RAT, Sabtu (20/1) lalu di Ballroom Graha Kirana, Saba Jalan IB Mantra.

Acara dihadiri Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gianyar, Bendesa Adat Saba dan Kelian Banjar Saba dan ratusan anggota KSP EDM.

Menurut Wayan Murja, peran anggota dalam pengembangan usaha koperasi sangat dominan. Anggota yang produktif mampu mendorong kenaikan pendapatan koperasi secara menyeluruh. Oleh karena itu, anggota aktif merupakan sasaran utama pengurus dalam teknik perekrutan. Sampai saat ini anggota KSP EDM sebanyak 2.736 orang.

”Tahun lalu kami menargetkan kenaikan anggota produktif sebanyak 200 orang, dan kami mampu melebihi target. Tahun ini dan pelaporannya tahun depan juga kami menargetkan penambahan lagi 200 orang anggota. Kami tidak muluk-muluk membuat target, tetapi setiap anggota kami seleksi ketat. Hanya yang produktif diterima, sehingga peran anggota mengembangkan koperasi menjadi wujud nyata,” katanya.

Ia menyebutkan, jumlah anggota terbanyak ada di Denpasar dan Gianyar. Sementara anggota paling sedikit ada di Kabupaten Jembrana.

Murja menegaskan, KSP EDM dalam kondisi perekonomian lagi lesu sampai sekarang ini masih tetap mampu berkembang dengan baik. Hal ini dibuktikan selain mampu mendorong kegiatan dan pendapatan anggota, juga kinerja manajemen telah berhasil dengan baik, di antaranya dalam tutup buku tahun 2017, sisa hasil usaha (SHU) naik sampai 12,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana SHU tahun 2016 sebesar Rp 1,617 miliar dan tahun 2017 sebanyak Rp 1,812 miliar lebih. Modal sendiri juga dalam lima tahun terakhir terus bertumbuh. Dengan rata-rata pertumbuhan 29,66 persen atau Rp 1,598 miliar lebih, juga modal luar mengalami peningkatan 17,04 persen atau tahun 2017 Rp 50,242 miliar lebih.  (sta)