Perbarindo Bali Gelar FGD Sikapi BPR yang Terdampak Erupsi Gunung Agung

52
FGD – Peserta FGD yang membahas pemberlakuan POJK 45 dan peraturan Dewan Komisioner OJK No. 20/KDK.03/2017. (kup)

Semarapura (Bisnis Bali) – Erupsi Gunung Agung memberikan dampak tidak langsung terhadap terhentinya kegiatan bisnis masyarakat dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), terutama di kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Agung. Menyikapi nasabah bank perkreditan rakyat (BPR) yang terkena dampak erupsi Gunung Agung, Perbarindo Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Taman Ujung Resort & Spa Karangasem, belum lama ini.

Ketua DPK Perbarindo Bali Timur, IDGM Darmawijaya, Jumat (19/1) mengatakan, FGD ini dimaksudkan khusus untuk membahas POJK 45 dan peraturan dewan komisioner OJK No. 20/KDK.03/2017 yang menetapkan Kabupaten Karangasem Bali sebagai daerah yang memerlukan perlakuan khusus terhadap kredit bank yang berlaku selama tiga tahun terhitung sejak 29 Desember 2017.

Dipaparkannya, sejumlah masukan dari peserta rapat sudah dirangkum untuk kemudian akan disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Lebih lanjut dikatakannya, sebagian besar khususnya BPR yang beroperasi di wilayah Karangasem merasakan dampak erupsi Gunung Agung. Hal ini dikarenakan, 80 persen nasabahnya berada di kawasan rawan bencana (KRB). (kup)