Denpasar (Bisnis Bali) – Suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2018 ini turun menjadi 7 persen dari sebelumnya berlaku 9 persen per tahun. Lebih murahnya bunga KUR saat ini tidak serta merta bisa membuat debitur yang sebelumnya menggunakan skema lama bunga 9 persen pindah ke bunga 7 persen.

“Tidak bisa debitur yang sebelumnya mengambil KUR bunga 9 persen dan saat ini masih memiliki kewajiban untuk membayar pindah (switching) ke bunga baru 7 persen,” kata Pemimpin BNI Kanwil Bali NTB NTT, Putu Bagus Kresna di Renon, Kamis (18/1) kemarin

Menurutnya, switching tidak bisa dilakukan karena debitur saat mengambil KUR sudah ada perjanjian terikat terkait suku bunga yang diterima. Itu berarti jika debitur ingin mendapatkan bunga 7 persen, KUR sebelumnya wajib dilunasi terlebih dahulu.

Dicontohkannya, skema lama dengan KUR 9 persen, debitur mengajukan kredit Rp 250 juta dan saat ini tinggal Rp 150 juta. Bila ingin mendapatkan bunga KUR 7 persen, wajib melunasi kewajiban tidak bisa switching ke bunga 7 persen.

“Bunga yang diterima sudah fix hingga akhir pembayaran tidak bisa dipindahkan bunga baru,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan, pada 2018, target KUR bank BUMN ini untuk wilayah Bali Nusra total mencapai Rp 751 miliar, sementara di Bali saja mencapai Rp 347,2 miliar. Sasaran KUR mikro mencapai 20 persen dari target dan sisanya KUR kecil atau retail.

Pihaknya optimis penyaluran KUR pada 2018 bisa terealisasi sesuai harapan dan mengoptimalkan sektor produktif seperti UMKM, perdagangan, pertanian maupun perkebunan, sedangkan perikanan di Bali belum terealisasi. (dik)