Agus Aryawan Kasino dan Industri Miras tetap ”Terlarang”

44

Mangupura  (Bisnis Bali) – Kendati terbuka untuk investasi, Pemerintah Kabupaten Badung ternyata melarang sejumlah investasi masuk di wilayahnya. Industri minuman keras (miras) dan perjudian kasino merupakan salah dua dari puluhan investasi yang masuk daftar negatif investasi.

Kepala Dinas Penanaman Modal  dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), I Made Agus Aryawan mengatakan, kebijakan tersebut tidak hanya berlaku di Badung melainkan nasional, yakni dalam Undang-undang 25 tahun 2009 tentang penanaman modal dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2016 serta Peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Kami mengacu pada peraturan tersebut, karena sekarang pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota adalah linier mengacu pada ketentuan tersebut,” ujar Agus Aryawan, Kamis (18/1) kemarin.

Menurutnya, terdapat 20 investasi yang dilarang dalam aturan tersebut. Di antaranya, budi daya ganja, penangkapan spesies ikan yang tercantum dalam CITES, pengangkatan benda berharga asal muatan kapal yang tenggelam, pemanfaatan (pengambilan) koral/karang dari alam, industri pembuat chlor alkali dengan proses merkuri, industri bahan aktif pestisida, industri bahan kimia industri dan industri bahan perusak lapisan ozone (BPO), industri minuman keras mengandung alkohol, industri minuman mengandung alkohol (anggur), industri minuman mengandung malt, museum pemerintah, peninggalan sejarah dan purbakala, pejudian atau kasino dan lainnya. (sar)