Tak Dibantu LUEP, Distan Tabanan Berharap Produksi Gabah Laku di Kisaran HPP

31
Petani tengah melakukan tanam padi yang diprediksi akan panen pada Maret mendatang

Tabanan (Bisnis Bali) – Kepala Dinas Pertanian Tabanan, Nyoman Budana berharap produksi gabah petani tetap laku teserap pada musim panen mendatang dengan harga di kisaran Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang dipatok Rp 3.700 per kg ditingkat petani.

Kondisi tersebut terjadi, meski Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Perdesaan (DPM-LUEP) untuk menopang pembelian produksi gabah petani tak lagi digelontorkan pemerintah Provinsi Bali pada tahun ini.

“Adanya dana LUEP sebenarnya sangat membantu petani terutama dalam penyerapan gabah dan menjaga stabilitas harganya sesuai HPP. Namun, sayangnya tahun ini program tersebut tidak berlanjut dan belum ada informasi mengenai program penggantinya,” tutur Budana, di Tabanan, belum lama ini.

Ia menerangkan, tidak adanya lagi dana tersebut, pengusaha penggilingan padi yang tergabung dalam Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi (Perpadi) sebagai penerima dana LUEP tentu akan terbatas dalam hal pembelian gabah petani karena disesuaikan dengan modal yang mereka miliki. Namun, ia berharap gabah petani bisa terserap meski dana LUEP ini dihentikan. Begitu juga dengan harga jualnya bisa sesuai dengan HPP.

Sementara itu, Ketua Perpadi Tabanan, I Ketut Sukarta mengungkapkan, tidak adanya lagi program LUEP tahun ini, artinya Perpadi tidak lagi memiliki tanggung jawab untuk membeli gabah petani pada musim panen nanti. Begitu lula, Perpadi tidak memiliki tanggung jawab bila seandainya harga gabah saat panen berada di bawah HPP. (man)