Denpasar (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap kredit usaha rakyat (KUR) yang disalurkan Bank BPD Bali dengan suku bunga 7 persen bisa mengarah ke sektor produktif 65 persen dan konsumsi (konsumer) 35 persen.

“Selama ini penyaluran KUR kebalikannya yaitu lebih besar mengarah ke sektor konsumsi. Untuk itu pada realisasi KUR 2018 ini bisa dominan ke sektor produktif,” kata Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Hizbullah di sela-sela Rapat Koordinasi KUR Bank BPD Bali di Renon, Rabu (17/1) kemarin.

Hizbullah mengatakan, persentase penyaluran KUR BPD Bali pada 2018 tersebut sesuai harapan menuju transformasi BPD berdasarkan keputusan OJK pusat. Kendati demikian, OJK mengakui penyaluran KUR

sektor produktif Bank BPD Bali pada tahun lalu sudah mencapai 42 persen sedangkan BPD lainnya rata-rata di atas 29 persen.

“Penyaluran KUR sektor produktif BPD Bali sudah di atas nasional dan tergolong bagus, namun tetap diharapkan bisa sesuai harapan 65 persen,” paparnya.

Sementara itu Plts. Direksi Bank BPD Bali, Drs. I Ketut Nurcahya, M.M. mengatakan, bank milik krama Bali ini menargetkan penyaluran KUR pada 2018 mencapai Rp 308 miliar dengan mengarah ke sektor mikro Rp 18 miliar dan kecil (sebelumnya disebut KUR retail-red) mencapai Rp 290 miliar.

“Kami optimis Bank BPD mampu menyalurkan KUR tersebut ke berbagai sektor, termasuk harapan OJK menyasar 65 persen ke sektor produktif dan UMKM,” katanya. (dik)