Denpasar (Bisnis Bali) –  Adanya musim hujan belakangan ini, membawa berkah tersendiri bagi jasa bisnis laundry di daerah ini. Pasalnya, sebagian besar masyarakat di daerah ini cenderung menggunakan jasa laundry, karena jika mencuci di rumah pakaian lama kering, serta masyarakat kian sibuk kuliah, kerja kantoran, sehingga urusan mencuci pakaian diserahkan saja ke jasa laundry.

Menurut Hendra, salah seorang pemilik jasa laundry di kawasan Denpasar, Rabu (17/1), bisnis laundrynya belakangan ini cukup terkerek dengan adanya musim hujan ini. Selain itu, tak lepas dari makin berkembangnya pola hidup praktis masyarakat, dan tentunya pihaknya memberikan kualitas pelayanan yang prima serta tarif bersaing. “Adanya musim hujan ini omzet kami meningkat hingga 25 persen dari hari biasanya,’’ ujarnya.

Lanjut dia, untuk menjalankan sebuah bisnis, khususnya laundry, tidak membutuhkan banyak teori. ‘’Yang penting ada kemauan, karena yang namanya usaha laundry tidak pernah berakhir, yakni, sama dengan usaha makanan. Setiap hari orang perlu makan, sedangkan laundry setiap hari orang perlu mencuci pakaian,’’ ungkapnya.

Menjalani usaha, kata dia, harus membutuhkan keberanian, yakni tak perlu takut. Keberanian untuk menjalankan bisnis adalah modal utama, apalagi di pemukiman Denpasar ini merupakan kawasan yang padat, sehingga cukup prospektif berkembang kedepannya.

Hendra mengakui, saat pertama kali merintis bisnis laundry,  diawali dengan membagikan brosur ke masyarakat sekitar. ‘’Hasilnya pelanggan berdatangan,’’ jelasnya.

Disinggung mengenai perlengkapan laundrynya, kata dia, cukup lengkap, yakni mulai mesin cuci, setrika, pewangi pakaian, jemuran, hingga keranjang pakaian.

Hal senada diungkapkan I Made Raka, salah seorang pebisnis laundry lainnya. ‘’Sekarang ini sudah banyak laundry-laundry  yang muncul seperti jamur di pinggir jalan, karena di zaman sekarang ini sebagian besar orang sibuk dan tidak mempunyai banyak waktu untuk mengurus cucian kotor, apalagi mencucinya sendiri dengan tangan,’’ ujarnya. (aya)