MUSIM hujan menjadi momok bagi para penghobi anggrek. Pada musim hujan, tanaman anggrek yang tidak dirawat dengan baik akan busuk dan mati. Tanaman anggrek yang tergolong mahal dan banyak peminatnya tersebut memang membutuhkan perawatan ekstra, apalagi saat musim hujan.

“Pada musim hujan, penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri sangat mengancam,”  tutur Sri Laba, petani anggrek. Kelembapan yang relatif tinggi saat musim hujan membuat jamur dan bakteri akan berkembang pesat. Para penggemar tanaman anggrek kerap was-was saat musim hujan, terutama bagi mereka yang tidak memakai green house, dan ditanam di alam terbuka.

“Kalau tidak waspada, anggrek akan terserang jamur dan bakteri. Penyakit ini menyebar dengan cepat dan sangat mematikan tanaman,” tukasnya. Semua anggrek tidak tahan terhadap kelebihan air. Jadi yang perlu diperhatikan adalah saluran membuangan air di pot, perhatikan lubang pot, jangan sampai tersumbat oleh lumut atau media lainnya. Selain itu bersihkan gulma yang tumbuh di pot dan menutup akar tanaman karena gulma tumbuh subur pada saat musim hujan.

“Untuk mengendalikan jamur dan bakteri semprotkan fungisida seminggu 2 kali. Kalau saat kemarau tanaman disiram lebih sering, saat hujan pengendali hama yang harus lebih sering diaplikasikan,” tukasnya. (pur)