Singaraja (Bisnis Bali) –  Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng menuai banyak kunjungan wisatawan asing, karena Desa Bengkala merupakan salah satu desa unik yang ada di Bali Utara, di mana terdapat perkampungan warga tuli bisu (kolok-red) yang merupakan program Kawasan Ekonomi Mandiri (KEM) yang dibangun oleh Pertamina.

Diketahui warga yang mengalami tuli bisu di Desa Bengkala mencapai 40 jiwa. Wisatawan yang berkunjung ke Desa Bengkala tertarik pada kreativitas dari warga yang menyandang tuli bisu di mana terdapat aktivitas ekonomi produktif dengan memelihara babi, sapi, ayam, penenun, pengolah jamu kunyit hingga janger kolok. Bahkan, tidak sedikit wisatawan yang berkunjung membeli kamus khusus bahasa isyarat yang dijual di KEM untuk bisa berkomunikasi dengan warga yang menyandang tuli bisu.

Dikatakan Wayan Kanta, salah satu anggota KEM Bengkala sekaligus penerjemah bahasa kolok, belum lama ini mengatakan, Desa Bengkala merupakan desa yang sering dikunjungi wisatawan asing dari berbagai negara. Kunjungan wisman tersebut ingin melihat aktivitas ekonomi kreatif oleh warga Desa Bengkala yang berkebutuhan khusus tuli bisu. Seperti bercocok tanam, menenun, bahkan wisatawan tertarik dengan seni tari yang ditarikan oleh sejumlah warga berkebutuhan khusus yakni janger kolok.

Wayan Kanta berharap, selain KEM ada juga potensi lainnya yang dikunjungi wisatawan. Ke depan, Desa Bengkala bisa dikembangkan khususnya dari pemberdayaan masyarakat khususnya yang menyandang tuli bisu dengan aktivitas ekonomi kreatifnya khususnya janger kolok. (ira)