’’Segmented”, Salon Kecantikan tetap Miliki Pasar

30
Segmented, salon kecantikan tetap miliki pasar.  (aya)

Denpasar (Bisnis Bali) – Keberadaan klinik kecantikan yang kian menjamur di Denpasar, yang menawarkan model perawatan beragam, yakni mulai perawatan kulit wajah, perawatan tubuh hingga sekadar konsultasi permasalahan kulit dan wajah dengan dokter, tidak serta merta menjadi pesaing bisnis salon kecantikan. Pasalnya, segmen pasarnya berbeda (segmented), yakni klinik kecantikan menyasar konsumen kalangan menengah ke atas. Sementara salon kecantikan menyasar konsumen kalangan menengah ke bawah.  “Dari segi tarif cukup berbeda. Misalnya, untuk biaya facial saja di tempat kami hanya mencapai Rp 75.000 per orang. Sementara di klinik kecantikan bisa mencapai ratusan ribu rupiah per orang untuk sekali terapi,’’ ujar Widyarini, salah seorang pengelola salon kecantikan di Denpasar, Selasa (16/1).

Maka dari itu, menjamurnya klinik kecantikan di Denpasar belakangan ini, tidak menjadi pesaing yang berarti di tempatnya. Terbukti, konsumennya rata-rata mencapai puluhan orang per hari. ‘’Meski usaha kami tanpa dokter, tetapi dalam hal jumlah pelanggan tak kalah ramai dengan klinik kecantikan,’’ ungkapnya.

Kendati tanpa dokter, namun semua obat dan bahan yang diracik terbuat dari bahan-bahan natural, seperti parutan wortel, apel atau jeruk untuk fasilitas masker atau facial.

‘’Dengan mengetengahkan bahan-bahan alami, kami yakin tidak memberikan efek samping,’’ jelasnya.

Pada prinsipnya pihaknya mengutamakan pelayanan dengan memadukan bahan-bahan tradisional dari buah dan rempah. ‘’Pelanggan kami paling banyak minta di facial atau pembersihan muka. Fasilitas ini paling digemari karena tarifnya cukup terjangkau,’’ imbuhnya.

Selain salon, pihaknya juga menyediakan fasilitas spa. Kata Widya, spa sebagai bentuk inovasi produk salon ini cukup memberikan nuansa beda bagi konsumen, ketika mereka masuk salon. Mereka tak hanya bisa merawat bagian luar tubuh saja, namun untuk perawatan yang lebih intens, dengan pelayanan terapi maupun refleksiologi akan makin menambah keyakinan mereka menerima pelayanan salon dengan tarif yang relatif terjangkau.

‘’Pelayanan spa di salon merupakan bentuk dari inovasi pelayanan dalam menghadapi persaingan yang kompetitif. Kami yakin, spa sebagai bentuk pelayanan tambahan di salon akan makin diminati konsumen. Sebab, selain memperoleh pelayanan komplit di satu tempat, masalah perawatan diri juga kesehatan sekaligus dapat teratasi relatif lebih cepat,’’ tandasnya. (aya)