Pariwisata Bali Optimistis Tumbuh

109
BERLIBUR – Wisatawan asing yang berlibur di salah satu objek wisata yang ada di Bali. (kup)

Mangupura (Bisnis Bali) – Pariwisata Bali dihadapkan dengan erupsi Gunung Agung sehingga berdampak terhadap turunnya kunjungan wisman ke Bali. Ketua Dewan Pembina Apindo Bali, Panudiana Kuhn, Senin (15/1) mengatakan, Bandara I Gusti Ngurah Rai kini berjalan normal dan Bali aman serta sektor pariwisata optimistis tumbuh 20 persen.

Ia mengungkapkan, sepanjang Bandara I Gusti Ngurah Rai tidak tutup, kunjungan wisatawan ke Bali relatif normal. Seperti awal Januari, penerbangan dari Cina sudah normal ke Bali. Pada pengujung 2017, penerbangan dari Cina sempat tidak terbang ke Bali. Ini karena penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Dipaparkannya, kondisi Gunung Agung yang sempat erupsi merupakan fenomena alam yang semestinya tidak mengganggu sektor pariwisata. Ini dikarenakan, kawasan rawan bencana (KRB) yang ditetapkan pemerintah 12 km.

Ia melihat KRB Gunung Agung sudah diturunkan menjadi 6 km. Kondisi Gunung Agung relatif normal, sehingga berdampak positif terhadap pariwisata Bali.

Menurutnya, pelaku pariwisata harus terus menyampaikan Bali masih sangat aman untuk dikunjungi. Ini  termasuk penjelasan KRB hanya 6-12 km. Sementara di luar KRB, masih sangat aman dikunjungi wisatawan ketika berada di Bali.

Ditegaskannya, sepanjang abu vulkanik tidak menutup Bandara I Gusti Ngurah Rai, kunjungan wisatawan ke Bali akan kembali normal. Selain maskapai dari Cina, penerbangan dari luar negeri yang lain sudah mulai terbang ke Bali. (kup)