Denpasar (Bisnis Bali) – Pada 2018 ini, Bank BPD Bali tetap mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) selain mengarah ke sektor perdagangan juga ke kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dana KUR yang telah disiapkan bank milik krama Bali ini mencapai Rp308 miliar lebih.

“Kami optimis bank BPD Bali mampu menyalurkan target KUR dengan suku bunga 7 persen pada 2018 ini, dengan menyasar berbagai sektor usaha atau produksi berbagai daerah di Bali,” kata Kepala Divisi Kredit Bank BPD Bali, Nyoman Sudharma di Renon, Minggu (14/1) kemarin.

Menurutnya, target penyaluran KUR tersebut terbagi atas sektor mikro dengan plafon maksimal Rp25 juta di kisaran Rp18 miliar dan ritel (kecil) dengan plafon Rp 26juta-Rp 500 juta mencapai Rp290 miliar sehingga total penyaluran tahun ini mencapai Rp308 miliar.

Diakui, bank selalu berupaya terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya lewat berbagai kemudahan dalam memperoleh kredit. “KUR bunga 7 persen yang turun dari sebelumnya 9 persen misalnya, kredit ini akan bisa menjangkau semua kalangan terutama sektor ekonomi di perdagangan yang dominan dalam penyaluran KUR selama ini,” ujarnya.

BPD Bali dalam penyaluran KUR, kata Sudharma, tidak hanya mengejar target. Namun bagaimana pembiayaan tersebut dapat diterima oleh pelaku UMKM atau nasabah yang betul-betul membutuhkan untuk kelanjutan usahanya.

“Dalam penyaluran KUR ini kami benar-benar selektif,  tidak sekadar mencapai target, tetapi bagaimana KUR ini bisa dirasakan masyarakat atau pelaku UMKM yang membutuhkan,” paparnya. (dik)