Cegah Inflasi Melonjak BI Berupaya Kendalikan Harga Beras

55
Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Causa Iman Karana

Denpasar (Bisnis Bali) – Bank Indonesia (BI) akan berusaha melakukan pengendalian inflasi yang disebabkan oleh naiknya harga beras di pasaran. Naiknya harga beras dikhawatirkan akan  mengancam kenaikan inflasi.

“Sebagai bentuk pencegahan lonjakan inflasi, kami telah melakukan koordinasi dengan berberapa pihak termasuk tim pengendalian inflasi daerah (TPID),” kata Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana di Sanur, Minggu (14/1) kemarin.

Ia mengatakan, stok beras di Bali hingga beberapa bulan ke depan sebenarnya masih mencukupi dan aman. Namun adanya faktor alam musiman seperti hujan membuat menurunkan hasil panen. Selain itu, tergerusnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan  juga menjadi salah satu ancaman terhadap produksi beras.

Terkait hal ini, pihaknya mengaku terus berupaya mengatasi permasalahan tersebut. BI akan melakukan diskusi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait penyebab kecenderungan naiknya harga beras di pasaran, termasuk pemecahan dalam mengendalikan inflasi yang bisa dipicu oleh naiknya harga beras tersebut.

“Bila melihat pencapaian tingkat inflasi selama 2017  menunjukkan capaian yang menggembirakan. Pada Desember 2017 inflasi secara tahunan 3,32 persen,” paparnya.

Sementara pada triwulan I 2018 ini, BI memperkirakan inflasi Bali melandai pada kisaran 0,56-0,96 persen year to year. Optimisme terjaganya inflasi pada periode tersebut didukung terjaganya pasokan bahan pangan yang telah diantisipasi oleh TIPD se-Bali. (dik)