Tabanan (Bisnis Bali) – Kalangan perbankan penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah mulai menyalurkan program tersebut. Tahun ini program kredit penguatan modal dari pemerintah dibanderol dengan suku bunga 7 persen, manurun dari tahun sebelumnya yang dipatok 9 persen.

Kepala Bank BPD Bali Cabang Tabanan yang sekaligus merupakan salah satu bank penyalur KUR, IB Ary Wijaya Guntur, Minggu (14/1) kemarin mengungkapkan, sejak minggu lalu para pelaku usaha sudah bisa mengajukan permohonan untuk mendapatkan kredit program dari pemerintah dalam bentuk KUR. Sesuai namanya, KUR ini bertujuan untuk memberdayakan usaha mikro kecil, menengah dan koperasi dalam rangka ikut mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional.

“Seperti ketentuan tahun sebelumnya, tahun ini syarat untuk bisa mengakses program masih sama. Salah satunya, menyasar individu atau perorangan yang melakukan usaha produktif dan layak,” tuturnya.

Jelas Ary, tahun ini total alokasi KUR untuk di Bank BPD Cabang Tabanan Rp 42,400 miliar. Itu terbagi atas KUR mikro dengan alokasi mencapai Rp 1,900 miliar dan KUR Retail mencapai Rp 40,500 miliar. Katanya, perbedaan jenis KUR tersebut didasari pada besaran plafon kredit yang bisa dimanfaatkan oleh debitur, namun untuk suku bunga yang dipatok dari dua jenis KUR tersebut sama, yakni 7 persen.

“Jika dibandingkan tahun lalu, besaran alokasi KUR yang didapat ini mengalami penurunan. Itu dikarenakan tahun lalu, realisasi penyaluran KUR hanya mencapai 98 persn dari target,” katanya. (man)