Singaraja (Bisnis Bali) –  Masyarakat Bali mempunyai sisi kehidupan yang dapat menjadi bahan inspirasi untuk dijadikan daya tarik bagi wisatawan. Seperti halnya di Buleleng, selain banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi, kegiatan kebudayaan yang unik, olahan kuliner khas Buleleng, tari-tarian yang menjadi warisan leluhur mampu mendongkrak kunjungan pariwisata.

Apalagi di tahun 2018 ini, kurang lebih akan ada 18 kapal pesiar berlabuh melalui Pelabuhan Celukan Bawang, yang membawa ratusan wisatawan dari berbagai negara untuk berkunjung ke Buleleng. Tentu menjadi kesempatan baik bagi pelaku pariwisata di Bali dan Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk memperkenalkan Buleleng di mata dunia.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Drs. Putu Tastra Wijaya, M.M., ketika diwawancarai Bisnis Bali, Kamis (11/1) mengatakan, pihaknya mengapresiasi rencana kedatangan wisatawan dari berbagai negara melalui Pelabuhan Celukan Bawang dengan kapal pesiar. Karena dengan itu pihaknya bisa mempromosikan kebudayaan yang dimiliki Buleleng yang potensial untuk diperkenalkan, seperti sejumlah tari – tarian asli Buleleng.

Untuk diketahui Buleleng memiliki tarian kurang lebih 40 tari itu rencananya akan ditampilkan di Pelabuhan Celukan Bawang. “Dinas Kebudayaan akan memanfaatkan kedatangan wisatawan melalui kapal pesiar yang sudah dijadwalkan untuk memperkenalkan Buleleng di tingkat internasional,” ungkapnya.  (ira)