Pariwisata Bali harus Garap Pasar Utama

33
BERLIBUR – Wisatawan asing yang sedang berlibur di Bali. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Pariwisata Bali mesti menggarap pasar-pasar lama yang menjadi pasar utama pariwisata Bali. Pasar utama pariwisata Bali meliputi Australia, dan Eropa yang memiliki lama tinggal relatif panjang dibandingkan pasar Asia.

Ketua INCCA Bali, IB. Surakusuma Jumat (12/1) mengatakan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali memang mengalami penurunan akibat dampak erupsi Gunung Agung. Ini berimbas pada penurunan tingkat hunian hotel di Bali.

Ia menjelaskan, pasar Eropa merupakan salah satu pasar yang bisa mengangkat tingkat hunian hotel. Wisatawan Eropa ini memiliki lama tinggal yang lebih panjang. “Jika digarap dengan baik, pasar Eropa bisa mendongkrak hunian hotel di Bali,” katanya.

Dipaparkannya, wisatawan domestik di Bali juga banyak berlibur ke Eropa. Jarak yang jauh, wisatawan Eropa akan memiliki lama tinggal lebih panjang di Bali.

Lebih lanjut dikatakannya, pariwisata Bali Februari akan memasuki masa low season.

Menurutnya, selain pasar Eropa, pasar Australia juga perlu digarap optimal. Pasar Australia dan New Zealand selama ini banyak mengisi pariwisata Bali. Kedekatan Australia dengan Bali menyebabkan akan makin banyak wisatawan repeater dari Australia meramaikan ke Bali. (kup)