Tak Gelar RAT, Citra Koperasi Turun

95

Denpasar (Bisnis Bali) – Rapat Anggota Tahunan (RAT) wajib dilaksanakan pengurus koperasi selaku pengelola. Jika tidak menggelar RAT dapat diartikan ada sesuatu yang tidak beres kinerja pengelolaan selama satu tahun. Oleh karena itu, secara umum koperasi yang tidak mengadakan RAT dapat memicu turunya pencitraan koperasi. Padahal, belakangan ini citra koperasi makin dipercaya masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E.,M.Si., Kamis (11/1) menegaskan, mulai Januari sampai Juni merupakan bulan pelaksanaan RAT koperasi. Untuk koperasi primer bulan RAT sampai Maret depan dan jenis koperasi sekunder sampai bulan Juni mendatang. Maka itu, Dinas Koperasi sudah mensosialisasikan agar seluruh koperasi binaanya segera melaksanakan RAT. Apabila tidak, maka akan diberikan teguran. Jika tetap membandel dan sampai dua kali atau lebih berturut – turut tidak RAT maka dapat diambil tindakan tegas yakni pencabutan badan hukum (BH) alias dibubarkan.

”Kami terus melakukan pembinaan pada koperasi yang lagi mengalami kendala manajemen atau lainnya. Terutama bagi koperasi yang belum mampu membuat laporan tahunan persiapan RAT, kami siap membantu. Untuk itu, kami sangat berharap berkoordinasi dengan staf kami di Diskop, sehingga RAT dapat terlaksana dan pencitraan koperasi terus terjadi,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini percitraan koperasi sangat bagus. Terbukti hampir semua masyarakat menjadi anggota koperasi. Selain itu, lembaga koperasi terus berkembang. Perkembangan koperasi merupakan harapan semua anggota, karena koperasi makin maju diiringi kenaikan pendapatan anggotanya, sehingga tujuan akhir koperasi mampu mensejahterakan anggota. (sta)