Sepuluh Perusahaan Properti di Bali Terindikasi Bodong

192

Denpasar (Bisnis Bali) – Direktur Direktorat Tertib Niaga Kementerian Perdaganan RI, Veri Anggrojono mengungkapkan sekitar 10 perusahaan properti di Bali terindikasi bodong alias tak mengantongi perizinan sesuai amanat UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdaganan.

Direktorat Tertib Niaga bersama tim penyidik melakukan sidak ke perusahaan properti yang menjadi target sejak sebulan terakhir. Salah satunya perusahaan properti di Jalan Petitenget, Kerobokan, Badung. “Perusaan ini terbukti tidak mengantongi izin SIUP P4 (Perusahaan Perantara  Perdagangan Properti). Operasional dan papan namanya kita hentikan dulu, sampai mereka melengkapi persyaratan,” kata Veri usai sidak, Rabu (10/1) lalu.

Ditambahkan, langkah tegas ini diambil, untuk memberikan edukasi bagi pelaku usaha agar tertib pada peraturan perundangan yang berlaku dan menghindari kerugian konsumen. “Ancamannya juga bisa pidana penjara 4 tahun dan denda Rp 10 miliar. Kita harap para pelaku usaha melengkapi seluruh izin yang diperlukan. Jika memang ada oknum pejabat yang mempersulit perizinan, laporkan saja,” tandasnya. (pur)