Harga Beras di Tabanan Melonjak

31

Tabanan (Bisnis Bali) – Menyandang status daerah lumbung pangan, tampaknya tak membuat Kabupaten Tabanan mampu meredam lonjakan harga beras saat ini. Hal ini terbukti harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tabanan melonjak hingga bertengger di kisaran Rp 13.000 per kg.

Salah seorang pedagang bahan pangan di Pasar Tabanan, Nengah Sulasih, Kamis (11/1) mengungkapkan, lonjakan harga ini hampir terjadi pada semua jenis beras yang beredar di pasaran. Misalnya, beras IR 64 yang sebelumnya diperdagangkan di kisaran Rp 9.000 per kg, kini naik menjadi Rp 11.000 per kg.

Begitu juga harga beras Putri Sejati yang sekaligus mengalami lonjakan signifikan naik dari Rp 12.000 per kg menjadi Rp 13.000 per kg sekarang ini.

“Rata-rata lonjakan harga beras berkisar Rp 1.000 – Rp 2.000 per kg, kondisi lonjakan ini sudah terjadi sejak dua minggu lalu hingga kini,” katanya.

Menurut Sulasih, informasi dari para pedagang besar (suplayer) beras, lonjakan harga beras ini terjadi karena memang pasokan barang yang beredar dipasaran mengalami penurunan belakangan ini. Diprediksi, kemungkinan itu terjadi karena cuaca buruk (musim hujan) yang membuat distribusi barang dari maupun luar Bali menjadi terhambat, selain itu produksi atau panen memang sedikit saat ini.

Ia mengatakan, meski harga beras sebagian besar melonjak, kondisi tersebut tidak berdampak besar pada jumlah transaksi konsumen hingga saat ini. Ia mengakui, itu terbukti dari stok beras yang rata-rata dipatok hingga 5 kuintal untuk penjualan sepuluh hari, jumlah tersebut masih tetap seperti biasanya. (man)