Budi Daya Buah Naga Kuning Langka dan Harga Tinggi

651

BUAH naga kuning merupakan salah satu jenis buah naga yang masih langka, sehingga cukup mahal harganya.  Di pasar  modern,  stoknya masih sangat terbatas sehingga per kilogramnya mencapai Rp 100 ribu sehingga sangat potensial untuk dikembangkan.

Di Bali buah naga kuning baru dikembangkan oleh I Made Arnaja, seorang petani asal Desa Tajun Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Awalnya Made Arnaja menanam buah naga merah dan putih dengan proses penanaman yang sama pada umumnya, yakni mengolah bibit kemudian menyediakan tiang dan ban bekas untuk menjaga arah tumbuhnya buah naga tersebut. Pemeliharaannya pun cukup sederhana yakni dengan memperhatikan kebutuhan air serta pupuk. “Saya hanya mengandalkan pupuk organik yang saya produksi sendiri dengan memanfaatkan daun-daunan serta kotoran kambing dan sapi,” tuturnya.

Setelah mengembangkan buah naga merah dan putih, ia berupaya mengembangkan buah naga oranye hitam dan yang paling langka yakni buah naga kuning. “Pembibitan buah naga tersebut saya lakukan sendiri, dengan memanfaatkan bibit sendiri dan menggunakan metode penyambungan antara buah naga berwarna merah atau putih dengan ujung buah naga kuning,” paparnya. Hasilnya adalah buah naga kuning.

“Dalam mengembangkan buah naga kuning ini, saya lebih banyak memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Saya mencari informasi di internet tentang budi daya buah naga kuning, saya juga tidak ragu meminta ilmu pada petani lainnya,” tukasnya. (pur)