BPR harus Perkuat Permodalan

14
BPR – Layanan transaksi di salah satu BPR yang ada di Gianyar. (kup)

Mangupura (Bisnis Bali) – Bank perkreditan rakyat (BPR) harus memperkuat permodalan pada 2018. Penguatan permodalan BPR, juga wajib mengikuti ketentuan POJK.

Ketua DPK Perbarindo Badung, Agus Prima Wardana, Kamis (11/1) mengatakan, terkait penguatan permodalan mengarahkan BPR memenuhi standar rasio keuangan khususnya untuk permodalan. CAR BPR minimal 12  persen.

Ia menjelaskan, BPR diwajibkan melaporkan rencana pemenuhan modal dan modal inti ke OJK. Sesuai POJK BPR diwajibkan memenuhi ketentuan modal setor dan modal inti sampai 2024.

Dipaparkannya, tingkat NPL BPR mencapai rata-rata 7 persen 2017 akan berdampak pada komponen modal BPR. Menyikapi NPL tinggi wajib memperhitungkan cadangan dana dari modal. Bahkan, PPAP ini akan mengurangi komponen modal.

Lebih lanjut dikatakannya, pemilik bank atau pemegang saham wajib untuk menambah modal. Ini untuk pemenuhan modal setor. (kup)